Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: Tahan Keinginan untuk Terlalu Cepat Mengkritik
MEMBERIKAN penilaian atau mengkritik orang lain tak ada gunanya bagi orang tersebut selain hanya menggambar kan bahwa kita butuh dianggap kritis.
Bila Anda menghadiri suatu pertemuan dan mendengar kan semua kritik yang biasanya dilontarkan kepada orang lain, kemudian pulang dan memikirkan seberapa baik semua kritik itu untuk menjadikan dunia kita tempat yang menyenangkan untuk hidup, Anda mungkin akan sampai pada jawaban yang sama seperti jawaban saya: Nol besar! Tidak ada gunanya. Tapi itu belum semua. Menjadi kritis tidak hanya tak memecahkan masalah, tetapi juga sebagian akan berkontribusi pada kema rahan dan ketidakpercayaan dalam dunia kita.
Lagi pula, tidak ada orang yang suka dikritik. Reaksi kita terhadap kritik biasa nya menjadi defensif dan/atau menarik diri. Orang yang merasa diserang mungkin akan melakukan satu di antara dua hal ini: ia akan menjadi takut atau malu, atau ia akan menyerang atau menunjukkan kemarahannya. Berapa kali kita mengkritik sese orang dan memperoleh balasan seperti, “Terima kasih banyak sudah menunjukkan kelemahan saya. Saya sangat menghargainya”.
Kritik, seperti mencela, sebenarnya tak lebih dari kebiasaan buruk. Sesuatu yang kita terbiasa lakukan: kita merasa familier dengan perasaan yang ditimbulkannya sehingga kita sibuk dan memberikan sesuatu untuk dikatakan.
Namun, bila kita menyisihkan waktu untuk mengamati ba gaimana sebenarnya perasaan kita segera sesudah mengkritik seseorang, kita akan mendapati bahwa kita merasa sedikit te gang dan malu, seakan akan kitalah orang yang sedang dise rang. Alasan hal ini terjadi adalah bila kita mengkritik, itu me rupakan pernyataan kepada seluruh dunia dan diri kita, “Aku punya kebutuhan untuk menjadi kritis.” Hal yang biasanya tak ingin kita akui.
Pemecahannya adalah menahan diri kita dari bersikap kritis. Catatlah berapa sering Anda melakukannya dan betapa tidak enaknya perasaan Anda. Yang saya inginkan adalah membuat nya menjadi sebuah permainan. Saya masih suka menahan diri saya bersikap kritis, tapi ketika kebutuhan saya untuk mengkri tik muncul, saya berusaha mengingatkan diri saya, “Wah, saya begini lagi” Mudah mudahan saya dapat mengubah keinginan saya untuk mengkritik menjadi rasa toleransi dan respek. ©️KyaiPamungkas.
KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL
Kami biasa disebut paranormal atau dukun atau bomoh atau spiritualis yang bergerak di bidang jasa solusi problem hidup.
Dalam menyelesaikan masalah kehidupan, kami kombinasikan 2 jalur, yaitu:
1. PEMBENAHAN DUNIA NYATA
Kami analisa masalah, psikologi, strategi pembenahan, pendekatan lewat fisik, komunikasi, dll.
2. PEMBENAHAN DUNIA SPIRITUAL
Kami support dengan pnanganan spiritual, ritual dan doa buat pembenahan dari sisi non fisiknya.
Kombinasi pembenahan dari segala arah, dengan segala cara, dari sisi fisik dan non fisik, jasmani dan rohani, pembenahan di dunia nyata dan support ritual doa, akan membuat problem Anda berakhir dengan indah.
KYAI PAMUNGKAS PARANORMAL
(Jasa Solusi Problem Hidup)
Solusi Problem Asmara, Rumah Tangga, Backup Usaha, Backup Karir, Backup Aura Pemikat, Pagar Diri, Bersih Diri, Jual Beli, dll.
🏠 Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT.01/RW.03, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur.
☎️ 0857-4646-8080
☎️ 0812-1314-5001
🌐 kyai-pamungkas.com
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098





Users Today : 536
Users Yesterday : 1740
This Month : 32914
This Year : 132223
Total Users : 1324149
Who's Online : 6