Ngaji Bareng Kyai Pamungkas:
MEMBERSIHKAN AURA DENGAN PUASA
Puasa dari jaman dahulu dikenal sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sebuah cara untuk mencapai pencerahan.

Konsep puasa yang ada di sini adalah puasa weton atau puasa hari kelahiran. Kita akan puasa di hari kelahiran kita dihitung dari kalender Jawa, dilakukan beberapa hari mulai dari 1 hari sampai dengan 1 bulan. Berikut adalah contoh penghitunganya:
1. 1 Hari – pada saat hari kelahiran
2. 3 Hari -1 hari sebelum hari kelahiran, 1 hari saat hari kelahiran, 1 hari setelah hari kelahiran. Misal hari lahir adalah tanggal 14 maka puasanya adalah tanggal 13,14 dan 15.
3. 7 Hari -3 hari sebelum hari lahir, 1 hari saat hari lahir dan 3 hari setelah hari lahir. Misal hari kelahiran adalah tanggal 14 maka puasanya adalah tanggal 11, 12,13, 14, 15, 16, 17.
4. 15 Hari -7 hari sebelum hari lahir, 1 hari saat hari lahir dan 7 hari setelah hari lahir. Misal hari kelahiran adalah tanggal 14 maka puasanya adalah tanggal 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 dan 21.
5. 30 Hari -14 hari sebelum hari lahir, 1 hari saat hari lahir dan 14 hari setelah hari lahir.
Manfaat puasa hari lahir secara spiritual adalah:
1. Mengendalikan sedulur papat (ego state)
2. Menghindari dari segala macam serangan ghaib maupun pengaruh psikologis dari luar dan dalam diri.
3. Membuka mental blok
4. Memperkuat iner streng
5. Membuka aura yang tersumbat
Puasa weton dalam tradisi Jawa dalam konteks ini adalah dikatikan dengan konsep ego state Jawa yang disebut dengan nama “Sedulur Papat Limo Pancer” atau jika di terjemahkan bebas ke dalam bahasa Indonesia adalah saudar empat dan kelima adalah diri kita sejati sebagai pusatnya.

Berikut adalah 4 saudara dan 1 pancer:
1. Kakang kawah
Kakang kawah adalah ego state yang pertama kali lahir, dia adalah ketuban yang membantu kita lahir.
2. Adi Ari-ari
Setelah bayi lahir berikutnya yang keluar adalah ari-ari, karena keluar setelah bayi maka disebut sebagai adik atau dalam bahasa Jawa bernama adi ari-ari
3. Getih (darah)
Getih sebagai sumber kehidupan dilahir dan bersama dengan bayi sejak dialam kandungan hingga lahir dan dewasa.
4. Puser (pusar)
Pusar merupakan penghubung ibu dengan si janin ketika berada dalam kandungan, segala nutrisi dan kebutuhan hidup di dalam kandungan melalui pusar ini.
5. Pancer
Pancer adalah diri kita sendiri, sebagai diri sejati dan pusat kehidupan.

Dalam ajaran ilmu hikmah sedulur papat limo pancer didefinisikan sebagai nafsu-nafsu yang ada di dalam manusia, di mana nafsu ini akan selalu ada di dalam diri manusia dan bisa membawa kearah yang lebih baik atau sebaliknya jika tidak bisa mengendalikan, berikut adalah penjelasannya:
Nafsu Supiyah (keindahan)
Adalah nafsu dalam diri manusia yang menginginkan keindahan dan kesenangan dalam hidup.
Nafsu Amarah
Adalah nafsu “marah” atau emosi yang berlebihan ketika menghadapi sebuah situasi atau kejadian.
Nafsu Aluamah (Serakah)
Adalah nafsu selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki. Nafsu ini akan mengarahkan manusia pada sifat loba, tamak dan rakus jika tidak bisa dikendalikan dengan baik.
Nafsu Mutmainah (Keutamaan)
Adalah nafsu jiwa yang telah mendapat ketenangan, telah sanggup untuk menerima cahaya kebenaran sang Ilahi. Secara sederhana nafsu ini adalah nafsu yang telah di kendalikan oleh jiwa ketenangan dan keimanan kepada sang pencipta.
Hati nurani
Adalah diri kita yang telah terhubung dengan Tuhan atau hati yang telah mendapat cahaya Tuhan atau perasaan hati yang murni dan yang sedalam-dalamnya.
Dalam konteks ini puasa weton bertujuan untuk memperkuat hati nurani atau pancer agar dapat mengendalikan berbagai sedulur 4. Atau mengendalikan mereka semua agar bias menjadi patuh dan dalam kendali anda.
Ini adalah hal utama dan terpenting dalam latihan ini. Puasa ini adalah wajib untuk anda agar bias melangkah ke tahap selanjutnya.
Anda bisa memilih puasa sesuai dengan kemampuan anda, dan sangat di sarankan untuk melakukannya seara rutin selama tujuh bulan atau malah seumur hidup anda, ini akan menjadi lebih baik.
Sebelum memulai puasa anda hal pertama tentu anda harus tahu kapan hari lahir anda dalam versi Jawa, untuk mencarinya anda perlu bantuan kalender jaman dahulu, tentu ini tidak mudah dicari. Cara lain adalah dengan menggunakan aplikasi yang tersedia di website maupun aplikasi android. Berikut sebagai contoh kita akan menggunakan website Kidemang dengan alamat https://ki-demang.com/

Versi kejawen dan versi puasa normal.
Dalam versi kejawen puasa dimulai dari sebelum waktu maghrib atau sekitar jam 17.00 sampai dengan waktu Maghrib pada hari berikutnya yaitu pukul 18.00 waktu berikutnya. Sehingga puasa ini jika di hitung akan berdurasi 25 jam. Dan jika puasa normal maka puasa di mulai sebelum subuh atau sekitar jam 04.00 pagi dan berakhir pada waktu Maghrib atau sekitar jam 18.00 jadi kira-kira puasa ini berdurasi sekitar 14 jam.
Anda bebas menentukan durasi waktu dalam puasa ini. Baik itu versi kejawen atau versi normal. Yang paling terpenting adalah mengikuti kata hati anda dan keyakinan anda.

Berikut tata cara melakukan puasa weton:
Tentukan tanggal (weton) anda, tentukan akan berapa hari anda akan berpuasa.
Pada hari sebelum puasa lakukan mandi besar untuk membersihkan jiwa dan raga anda. Niatkanlah untuk mandi besar dengan bahasa yang anda yakini. Niat utama adalah membersihkan badan jasmani dan rohani. Kemudian mandi dengan membasuh seluruh badan dengan air. Termasuk rambut.
Jika anda akan berpuasa dimulai pukul 17.00 (kejawen) maka usahakan jam 16.00 anda sudah bersiap-siap untuk mandi. Jika anda berpuasa dengan durasi normal lakukan mandi besar ini pada sore hari sebelum maghrib atau sebelum jam 18.00.
Menjelang waktu puasa di mulai lakukan niat untuk berpuasa weton, yang intinya adalah anda berpuasa weton agar sedulur papat dan kelima pancer anda patuh dan tunduk kepada anda. Berikut adalah contoh niatnya : “Niat saya puasa hari weton saya selama tiga hari, kakang kawah adi ari-ariku patuh dan tunduklah kepadaku”.
Sebelum niat berdoalah sesuai dengan ajaran agama masing-masing untuk muslim bisa diawali dengan shalat hajat dan melakukan pengiriman doa dan Al Fatihah untuk para guru dan leluhur.
Setelah niat lakukan puasa seperti biasa.
Untuk memperkuat tubuh anda sebelum puasa bisa diawali dengan makan terlebih dahulu (Sahur) baru di lanjutkan dengan niat.
Selama puasa usahakan untuk taat beribadah atau berdoa sesuai dengan ajaran agama masing-masing
Selama berpuasa berperilakulah senormal mungkin, seperti biasa dan usahakan untuk tidak memberitahukan kepada orang lain kalau anda sedang berpuasa. Kecuali jika memang terdesak seperti ketika anda sedang bertamu dan ditawari untuk memakan jamuan.
Akhiri puasa dengan berdoa dan makan-makanan seperti biasa (tidak berlebihan). ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098





Users Today : 685
Users Yesterday : 631
This Month : 685
This Year : 142203
Total Users : 1334129
Who's Online : 9