Kisah Kyai Pamungkas:

ISTANA SILUMAN BUAYA PUTIH

Bagi warga Depok, keindahan Danau Studio Alam TVRI yang memiliki luas sekitar 40 ha adalah bukan hal yang baru. Pepohonan yang rindang, airnya yang tenang dan jernih dengan ragam ikan di dalamnya mampu menyejukkan hati yang sedang galau. Tapi siapa sangka, di balik keindahannya tersimpan suatu misteri yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Betapa tidak, selain ragam ikan, di sana juga terdapat penghuni lain yang berupa siluman buaya putih. Bahkan, penduduk yang bermukim di sekitar danau meyakini, di sana terdapat istana Ratu Siluman Buaya Putih peserta rakyatnya yang telah menghuni tempat itu sejak ribuan tahun silam. Repotnya, sang Ratu Siluman Buaya Putih sering maujud menjadi wanita cantik yang selalu menggoda lelaki yang pada malam hari nekat melintas di sekitar danau atau hutan bambu yang ada di sampingnya. Sampai dengan sekarang, berpuluh cerita yang menggeridikkan bulu roma dan bernuansakan seksual masih acap terdengar. Dan salah satunya adalah suatu pengalaman sejati seperti yang akan Kyai Pamungkas paparkan berikut ini…

Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Ade, 24, sebut saja begitu, melihat ada seorang gadis yang sedang duduk di atas pintu air danau. Sebagai lelaki, walau sudah memiliki kekasih tetapi ia tetap saja terpesona dengan kecantikan gadis yang duduk mencangkung di depannya. Walau sempat curiga, jangan-jangan gadis di depannya adalah wanita nakal, tetapi, kecantikan itu telah membuatnya menjadi gila, ia pun nekat.

“Bolehkah saya berkenalan?” Kata-kata langsung terlontar ketika Ade berada di samping si gadis.

Sejenak gadis itu menatap sambil menyodorkan tangan, terdengar suara gadis menyebutkan namanya, Komala Sari. Dan tak berapa lama, keduanya pun langsung akrab. Di bawah sinar rembulan yang bersinar penuh, sambil bercanda dan bergandengan tangan keduanya berjalan perlahan menyusuri danau. Kala itu, suasana begitu romantis. Adrenalin Ade seketika meningkat tatkala kakinya menapaki hutan bambu. Betapa tidak. Kini, di depan sana yang tampak adalah sebuah istana yang amat indah dan megah yang belum pernah dilihatnya seumur hidup.

“Ini istanaku, mas,” bisik Komala Sari manja sambil menarik tangan Ade mengajaknya masuk.

Bak kerbau dicocok hidung, Ade mengikuti langkah Komala Sari yang melintas dengan anggun di antara para prajurit, dayang dan petinggi kerajaan yang tampak amat menghormatinya. Dan setelah sejenak beristirahat, keduanya langsung masuk ke dalam kamar di istana nan indah itu kini, keduanya terlibat dalam pembicaraan, bisikan-bisikan syahdu dan belaian tangan yang perlahan tetapi pasti telah mampu meruntuhkan iman Ade. Tiap kali tangan Komala Sari menyentuh tubuh Ade, getaran nafsu birahi pun langsung saja menggelegak. Entah siapa yang mendahului, kini, bibir keduanya melekat dengan erat. Kuluman dan belaian tangan Komala Sari di pangkal paha Ade membuat angannya seketika melambung jauh ke dunia yang belum pernah dijamahnya. Ade jadi benar-benar lupa diri.

Tatkala Ade hendak menuntaskan hasrat birahinya di atas tubuh Komala Sari yang sintal, padat dan liar samar-samar ia mendengar suara guru mengajinya memanggil-manggil namanya dan diteruskan dengan lantunan surat An-Naas. Panggilan dan lantunan kalam Ilahi itu ternyata mampu merubah segalanya.

Seketika, tanah di sekitar bergoncang dengan hebat, Tak hanya itu, mendadak tubuh Komala Sari dan istananya menghilang. Raib bak ditelan bumi. Kini, yang ada hanya pohon bambu yang tumbuh dengan rimbun sehingga membuat gelap alam sekitarnya.

Dengan susah payah, akhirnya, Ade berhasil meninggalkan tempat itu. Pada keesokan harinya, Ade pun mendatangi Kyai Pamungkas untuk menceritakan dan sekaligus meminta bantuan guna menguak tabir gaib yang dialaminya semalam. Kata sepakat pun didapat. Malamnya, dengan membawa ubo rampe yang dibutuhkan seperti 7 macam kembang yang berwarna merah, minyak jin, kemenyan putih dan kelapa muda, Ade mengantar. Kyai Pamungkas mendatangi Danau Studio Alam TVRI. Setelah segala sesuatunya tertata dengan rapih, Kyai Pamungkas pun melakukan prosesi untuk membuka tabir gaib yang menyungkupi tempat itu. Entah pada menit yang keberapa, akhirnya, tirai gaib pun terbuka. Mulanya, yang tampak hanyalah kabut putih yang samar menutup bangunan megah di baliknya. Lama kelamaan, bangunan megah yang merupakan istana dari Ratu Siluman Buaya Putih beserta dengan rakyatnya.

Seiring dengan terciumnya wangi bunga kenanga yang amat menyengat, muncullah sosok yang mengaku bernama Bajul Ijo yang bertugas menjemput Kyai Pamungkas untuk dihadapkan kepada junjungannya. Akhirnya

Kyai Pamungkas pun tahu, hutan bambu itu adalah pintu gerbang gaib istana siluman Buaya Putih.

“Silahkan” Ujar Ki Bajul jo mempersilahkan Kyai Pamungkas masuk. Dan di dalam istana, Kyai Pamungkas dihadapkan kepada sosok wanita yang amat cantik dan menggiurkan dengan mengenakan mahkota kepala buaya, sementara dari tubuhnya mengeluarkan aroma wangi yang mampu membuat para lelaki yang mencium jadi terbakar birahinya.

Setelah uluk salam dan saling memperkenalkan diri, sosok yang mengaku bernama Ratu Kencana Wungu Harum Jati itu pun berkata, “Akulah wanita yang sering mengganggu tiap lelaki yang lewat di kawasan ini. Dan aku akan terus mengganggunya.” Hanya itu yang disampaikan. Dan setelah itu, Kyai Pamungkas diberi kesempatan untuk melihat kebesaran dan kemegahan istana siluman sang ratu. Dan setelah dirasa cukup, Kyai Pamungkas pun mohon diri. Tak ada kata-kata, kecuali senyum manis yang mendadak berubah menjadi bibir buaya yang menganga. Pasalnya, perlahan-lahan sang ratu kembali ke wujud aslinya. Seekor buaya putih yang amat besar.

Seiring dengan itu, tepatnya saat Kyai Pamungkas membuka mata, pemukaan danau tampak bergelora. Pengalaman ini membuat keyakinan Kyai Pamungkas bertambah mantap, betapa, dunia memiliki sekat gaib di mana masing-masing dihuni oleh makhluk ciptaanNya. ©️KyaiPamungkas.

Paranormal Terbaik Indonesia