Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: Anggaplah Orang Lain Tidak Bersalah
BAGI kebanyakan orang, salah satu aspek yang paling membuat frustrasi adalah tidak mampu memahami tingkah laku orang lain. Kita menganggap tingkah laku orang lain “bersalah” Kita tergoda untuk terpaku pada tingkah laku orang yang terlihat irasional komentarnya, tingkah lakunya, tindakan jahatnya, perilakunya yang egois dan menjadi sangat frustrasi. Bila kita terlalu terfokus pada tingkah laku orang lain, bisa dibayangkan bahwa mereka akan selalu membuat hidup kita menderita.
Tetapi, seperti saran sarkastis yang pernah saya dengar dari Wayne Oyer, “Tangkap semua orang yang membuat Anda menderita dan bawa mereka kepada saya. Saya akan merawat mereka sebagai konselor, dan Anda akan merasa lebih baik!” Tentu saja, ini absurd. Memang benar bahwa orang lain melakukan hal-hal yang aneh, tetapi kita lah yang kecewa, jadi kitalah yang perlu berubah. Saya tidak bicara tentang menerima, mengabaikan, atau menyarankan kekerasan atau tingkah laku menyimpang lainnya. Saya semata-mata bicara mengenai belajar untuk menjadi tidak terlalu terganggu oleh tindakan orang lain.
“Menganggap orang lain tidak bersalah” adalah alat yang paling ampuh untuk melakukan transformasi yang sangat berarti bila seseorang bertingkah laku dengan cara yang tidak kita sukai. Strategi terbaik untuk menghadapi orang seperti ini adalah menjauh diri kita dari tingkah laku itu: untuk melihat apa yang tersembunyi “di balik tingkah laku” itu. Sangat sering, yang kita lihat adalah “ketidakbersalahan” yang merupakan asal perilaku tersebut. Sedikit perubahan dalam pikiran kita akan membuat kita lebih peduli.
Kadang-kadang, saya bekerja bersama orang-orang yang mendesak saya untuk bergesa-gesa. Sering kali, teknik mereka untuk membuat saya bergesa-gesa menjengkelkan, bahkan meremehkan. Bila saya terpaku pada kata kata yang mereka gunakan, nada suara mereka, dan urgensi dalam pesan yang mereka sampaikan, saya merasa jengkel, bahkan, marah dalam meresponsnya. Saya menganggap mereka “bersalah” karena bersikap begitu terhadap saya. Namun, bila saya ingat urgensi yang saya rasakan ketika harus segera menyelesaikan sesuatu, ini membuat saya dapat melihat ketidakbersalahan dalam sikap mereka. Bahkan di balik sikap yang paling menjengkelkan pun tersembunyi orang yang frustrasi, yang berteriak mencari perhatian.
Lain kali bila seseorang bertingkah aneh, cobalah melihat ketidakbersalahan dalam tingkah lakunya ini. Bila kita memiliki rasa peduli, tak akan susah untuk melihatnya. Bila kita melihat ketidakbersalahan, hal sama yang biasanya membuat kita frustrasi tidak akan lagi demikian. Dan, bila kita tidak frustrasi karena tingkah laku orang lain, akan jauh lebih mudah untuk tetap memusatkan perhatian pada keindahan hidup. ©️KyaiPamungkas.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098





Users Today : 1421
Users Yesterday : 1872
This Month : 32059
This Year : 131368
Total Users : 1323294
Who's Online : 9