Ngaji Psikologi Bersama Kyai Pamungkas: Praktikkan Kerendahan Hati

KERENDAHAN hati dan ketenangan batin berjalan beriringan. Semakin jarang kita bersikeras ingin “membuktikan diri” di hadapan orang lain, semakin mudah kita memperoleh ketenangan batin.

 

Membuktikan kehebatan diri sendiri adalah perangkap yang berbahaya. Butuh energi dalam jumlah besar agar bisa terus-menerus menunjukkan prestasi, menyombongkan, atau berusaha meyakinkan orang lain bahwa kita sangat bernilai sebagai manusia. Menyombongkan diri benar-benar akan menghilangkan perasaan positif yang kita peroleh dari suatu prestasi atau sesuatu yang membanggakan. Ekstremnya, semakin berusaha membuktikan diri, semakin banyak orang yang menjauh, berbicara di balik punggung kita mengenai rasa tidak percaya diri kita karena menyombongkan diri, dan barangkali bahkan membenci kita.

 

Namun, ironisnya, semakin sedikit kita mencari pembenaran, semakin banyak pembenaran yang kita dapatkan. Orang-orang akan tertarik pada orang yang tenang, memiliki rasa percaya diri yang tersembunyi, orang yang tak butuh membuat diri mereka terlihat baik, selalu “menjadi yang benar” setiap saat, atau meng ambil kesempatan untuk menjadi pemenang. Kebanyakan orang menyukai orang yang tak butuh menyombongkan diri, orang yang berbagi cerita dengan rasa tulus dari hatinya, bukan dengan egonya.

 

Cara menumbuhkan kerendahan hati yang tulus adalah dengan mempraktikkannya. Kita akan merasa senang melakukannya karena akan langsung mendapat masukan tersembunyi dalam bentuk rasa tenang dan gembira. Kali lain Anda mendapat kesempatan untuk menyombongkan diri, tahanlah godaan itu.

 

Saya mendiskusikan strategi ini dengan seorang klien, dan ia membagi kisah ini: la sedang bersama sekelompok teman beberapa hari setelah ia dipromosikan. Teman-temannya belum mengetahui promosinya ini. Tetapi klien saya inilah yang terpilih untuk dipromosikan, bukan seorang temannya yang juga anggota dari kelompok itu. la memang sedikit bersaing dengan orang ini, dan sangat tergoda untuk menyelipkan fakta bahwa ialah yang terpilih untuk dipromosikan, bukan teman mereka yang satu itu. la sudah hampir mengatakan itu, ketika ada suara halus di dalam dirinya berkata, “Stop. Jangan lakukan itu!” la memang akhirnya menceritakan ke berhasilannya itu, tetapi tetap terkendali dan tidak mengubah percakapan itu menjadi mensyukuri nasib buruk orang lain. Ia tak pernah menyebut-nyebut mengapa teman mereka yang satu itu tidak dipromosikan. Ia mengatakan kepada saya betapa senang dan bangganya ia pada dirinya sendiri karena telah mampu menikmati keberhasilannya tanpa menyombongkan diri. Baru kemudian, ketika teman-temannya tahu apa yang terjadi, betapa mereka mengatakan kepadanya mereka sangat terkesan akan penilaian baiknya dan kerendahan hatinya. Ia memperoleh lebih banyak masukan positif dan perhatian dari mempraktikkan kerendahan hati, tak lebih. ©️KyaiPamungkas.

Gray Box Text
Paranormal Terbaik Indonesia

TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?


Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.

PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001

PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098