Seks Disaksikan Istri yang Lain, Bolehkah?
Konsultasi Pendidikan Seks Remaja & Dewasa dalam Perspektif Syariat
Sex Education with Kyai Pamungkas
Pendidikan seks dalam Islam tidak bertujuan mempertontonkan syahwat, melainkan membimbing umat agar memahami batasan, adab, dan etika hubungan suami istri secara bermartabat. Setiap pertanyaan tentang seks dalam rumah tangga perlu dijawab dengan ilmu, bukan hawa nafsu.
Seks Disaksikan Istri yang Lain
Seorang suami memiliki dua istri. Apakah boleh saya berhubungan badan dengan salah satunya pada waktu yang sama, di hadapan istri saya yang lain?
Jawaban Kyai Pamungkas:
Alhamdulillah. Tidak boleh seorang suami berhubungan badan dengan salah satu istrinya di hadapan istri yang lain. Hubungan badan antara suami dan istri adalah aktivitas yang wajib dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh dipertontonkan kepada siapa pun, termasuk kepada istri yang lain.
Islam mengajarkan adab, rasa malu, dan kehormatan dalam hubungan suami istri. Seorang Mukmin tidak diperkenankan menyingkap aurat dan aktivitas intim di hadapan orang lain, apa pun alasannya.
Rasulullah ﷺ menggilir istri-istrinya dengan adil. Setiap kali beliau mendatangi salah satu istri, beliau berwudhu dan membersihkan diri. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keimanan itu ada enam puluh sekian cabang, dan sifat malu adalah bagian dari keimanan.” (HR. al-Bukhari)
Adapun jika yang dimaksud adalah seorang suami mendatangi salah satu istrinya setelah ia mendatangi istri yang lain (dalam waktu berbeda), maka hal tersebut dibolehkan, selama tidak dilakukan pada waktu yang sama dan tidak disaksikan oleh istri yang lain.
Wallahu a’lam bisshawab. © Kyai Pamungkas
Jangan Malu Belajar Agama
Bismillahirrahmanirrahim. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa tidak boleh malu dalam urusan agama. Apakah benar sifat malu bukan bagian dari agama Islam?
Jawaban Kyai Pamungkas:
Alhamdulillah. Hadits “tidak ada malu dalam urusan agama” sering disalahpahami. Sebagian orang mengira bahwa sifat malu tidak termasuk ajaran Islam. Padahal, justru sifat malu adalah bagian dari keimanan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Keimanan memiliki tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallaah’, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah bagian dari keimanan.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Hadits “tidak ada malu dalam urusan agama” diucapkan Rasulullah ﷺ kepada seseorang yang menegur saudaranya karena sifat malunya. Maksud hadits tersebut adalah: seseorang tidak boleh terhalang oleh rasa malu untuk bertanya, belajar, dan memperdalam ilmu agama.
Dalam Shahih Muslim, Aisyah r.a. berkata:
“Sebaik-baik perempuan adalah perempuan Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam agama.”
Dengan demikian, Islam mengajarkan keseimbangan: menjaga rasa malu sebagai bagian dari iman, namun tidak membiarkannya menjadi penghalang dalam menuntut ilmu dan memahami hukum syariat.
Wallahu a’lam bisshawab. © Kyai Pamungkas
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098





Users Today : 1600
Users Yesterday : 1872
This Month : 32238
This Year : 131547
Total Users : 1323473
Who's Online : 8