SEX EDUCATION
Tunanetra Sulit Berhubungan Seksual
Pendidikan Seks bersama Kyai Pamungkas
Masalah seksual tidak seharusnya dipahami sebagai aib atau sesuatu yang memalukan. Setiap individu, dengan kondisi fisik apa pun, berhak memperoleh pemahaman yang benar mengenai fungsi dan kesehatan seksualnya. Penanganan yang tepat sejak dini akan membantu seseorang menjalani kehidupan rumah tangga secara lebih sehat dan harmonis.

Manfaat Fantasi Seks
Pertanyaan:
Saya dititipi pertanyaan dari seorang teman tunanetra berusia 26 tahun yang mengalami kebutaan sejak lahir. Saat ini ia sudah memiliki pasangan dan pernah mencoba melakukan hubungan seksual, namun tidak berhasil. Ia telah memeriksakan diri ke dokter dan hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan kondisi normal.
Beberapa obat kuat juga telah dicoba, tetapi tidak memberikan hasil. Padahal, ia memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat. Bagaimana cara mengatasi masalah ini agar fungsi seksualnya bisa berjalan dengan baik?
(Gimo, Surabaya)

Jawaban Kyai Pamungkas:
Tidak sedikit pria tunanetra yang mampu menjalani kehidupan seksual secara normal, memiliki keturunan, dan hidup harmonis. Kemampuan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat gangguan penglihatan serta kapan seseorang mulai mengalami tunanetra.
Pria yang mengalami tunanetra sejak lahir umumnya tidak memiliki gambaran visual mengenai bentuk organ seksual. Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam membangun fantasi seksual yang berbasis visual, padahal fantasi memiliki peran penting dalam memicu rangsangan seksual, termasuk ereksi pada pria.

Berbeda dengan mereka yang mengalami tunanetra setelah pernah melihat sebelumnya. Individu dalam kategori ini biasanya masih memiliki memori visual tentang organ erotik lawan jenis sehingga relatif lebih mudah membangun fantasi seksual. Demikian pula pada penderita tunanetra parsial yang masih memiliki sisa penglihatan, umumnya tidak mengalami gangguan potensi seksual yang berarti.
Rangsangan seksual dapat berasal dari berbagai indera, seperti sentuhan, suara, dan penciuman, serta dari fantasi seksual yang terbentuk di otak. Hormon seksual, sistem saraf, dan fungsi pembuluh darah memang berperan penting, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan ereksi.

Pada penderita tunanetra sejak lahir, penanganan memang memerlukan pendekatan khusus. Dokter atau terapis perlu membantu membangun kemampuan fantasi seksual melalui pengenalan verbal dan non-verbal mengenai anatomi organ seksual, misalnya dengan bantuan boneka atau manekin yang menyerupai bentuk dan kekenyalan organ erotik.
Perlu dipahami bahwa obat kuat seperti sildenafil atau vardenafil bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis, bukan merangsang pusat gairah di otak. Karena itu, obat-obatan tersebut tetap memerlukan adanya rangsangan seksual agar dapat bekerja secara efektif.
Fakta bahwa kadar hormon normal dan obat kuat tidak memberikan hasil menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada hormon, melainkan pada proses rangsangan dan respons seksual. Oleh sebab itu, penderita dianjurkan untuk tidak putus asa dan bersabar dalam menjalani terapi.
Salah satu alternatif medis yang dapat dipertimbangkan adalah terapi injeksi bahan vasoaktif langsung ke penis. Metode ini tidak memerlukan rangsangan atau fantasi seksual dan biasanya dapat menimbulkan ereksi dalam waktu lima hingga sepuluh menit. Namun, tindakan ini harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman karena memiliki risiko tertentu.
© Kyai Pamungkas
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098




Users Today : 1398
Users Yesterday : 1872
This Month : 32036
This Year : 131345
Total Users : 1323271
Who's Online : 3