Malam Pertama Haruskah Berjima’?
PEMBUKA
Rubrik konsultasi ini diasuh oleh Kyai Pamungkas dan Aby Marnos dari Peguron Sapujagad. Pembahasan ini mengulas hukum dan kebijaksanaan terkait hubungan suami istri pada malam pertama agar dipahami secara benar sesuai tuntunan syariat.
PERTANYAAN
Apakah berjima’ pada malam pertama adalah suatu keharusan ataukah lebih baik ditunda pada hari lain? Mohon dijelaskan alasannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Anda.
JAWABAN
Alhamdulillaah wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam wa ba’du.
Berjima’ tidak harus dilakukan pada malam pertama. Tidak ada kewajiban syariat yang mengharuskan pasangan langsung melakukannya pada malam tersebut. Namun, dalam banyak kondisi, mempercepat hubungan suami istri setelah menikah dianjurkan apabila kedua pihak telah siap dan merasa nyaman.
Hal ini karena pernikahan merupakan sarana menjaga kehormatan dan menyalurkan kebutuhan biologis secara halal. Dengan adanya hubungan tersebut, seseorang dapat lebih terjaga dari hal-hal yang diharamkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa di antara kalian mampu menikah maka menikahlah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.” (HR Muttafaq ‘alaih)
Namun demikian, jika suami dan istri sepakat untuk menunda hubungan pada malam pertama karena alasan kesiapan fisik, mental, atau kondisi tertentu, maka hal tersebut diperbolehkan dan tidak berdosa. Islam memberikan kelonggaran selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariat.
Yang terpenting adalah adanya kerelaan, kenyamanan, dan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Hubungan tidak boleh dipaksakan, melainkan dilakukan dengan penuh kelembutan dan penghormatan satu sama lain.
ANALISIS
Banyak pasangan menganggap malam pertama sebagai kewajiban mutlak untuk berhubungan, sehingga menimbulkan tekanan psikologis. Padahal dalam Islam tidak ada paksaan. Pemahaman yang keliru ini sering menyebabkan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam hubungan awal pernikahan.
SOLUSI
Bangun komunikasi yang jujur antara suami dan istri, pahami kesiapan masing-masing, serta utamakan kenyamanan dan kelembutan. Jika siap, lakukan dengan adab yang benar. Jika belum, tidak ada kewajiban untuk memaksakan. Jadikan hubungan sebagai bagian dari ibadah, bukan tekanan.
APAKAH BERJIMA’ DI MALAM PERTAMA WAJIB?
Tidak wajib. Tidak ada dalil yang mewajibkan hubungan harus dilakukan pada malam pertama. Semua kembali pada kesiapan dan kesepakatan pasangan.
APAKAH MENUNDA HUBUNGAN SUAMI ISTRI BOLEH?
Boleh, selama disepakati bersama dan tidak menimbulkan mudarat. Islam memberikan kelonggaran dalam hal ini.
APA YANG LEBIH PENTING DARI WAKTU HUBUNGAN?
Yang lebih penting adalah kesiapan, kenyamanan, komunikasi, dan adab dalam menjalankan hubungan tersebut agar membawa keberkahan.
KESIMPULAN
Berjima’ pada malam pertama bukan kewajiban, melainkan pilihan yang disesuaikan dengan kesiapan pasangan. Islam menekankan kenyamanan, kerelaan, dan adab dalam hubungan suami istri agar tercipta keharmonisan dan keberkahan dalam rumah tangga.
TERLALU LELAH HADAPI MASALAH?
Anda tidak harus kuat sendirian.
Jika semuanya terasa berat, mungkin ini saatnya berhenti sejenak… dan mulai menata arah.
Kami siap mendampingi Anda.
PEGURON SAPUJAGAD 1
(Kyai Pamungkas)
Jl. Raya Condet, Gang Kweni No.31, RT 01/RW 03, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530
☎️ 0812-1314-5001
PEGURON SAPUJAGAD 2
(Aby Marnos)
Jl. Raya Gudo No. 50, RT 05/RW 03, Gudo, Jombang, Jawa Timur 61453
☎️ 0857-8008-0098




Users Today : 489
Users Yesterday : 1051
This Month : 33918
This Year : 133227
Total Users : 1325153
Who's Online : 4